Showing posts with label Iguana Hijau. Show all posts
Showing posts with label Iguana Hijau. Show all posts

Sunday, 3 August 2008

Sedih bayi iguana gw RIP

Sebelumnya mungkin Anda pernah membaca postingan saya tentang salah satu bayi iguana gw yang lesu ga minat makan. Kabar terakhir setelah sempat beraktivitas karena kandangnya gw pisah, minggu kemarin gara-gara gw tinggal nginep di Bedugul bayi iguana gw yang sakit RIP alias mati.

Sedih juga karena niat gw untuk beternak iguana jadi terhambat karena calon induknya mati. Perkiraan gw sih karena dulu kandangnya dijadikan satu dengan jantannya. Si jantan lebih agresif sehingga sering mengganggu tidur maupun makan bayi lainnya.

Jadi saran gw buat lo yang mo pelihara iguana lebih dari satu iguana, sebaiknya sejak bayi sudah mulai dipisah kandangnya. yah paling ga disekat supaya ga terintimidasi ma iguana yang lebih agresif dan kuat.

Dari awal sih gw perhatiin perkembangannya beda jauh. Karena yang satu ga selincah yang lainnya. Seringkali ditindih ma jantannya. Padahal masih bayi tapi dah nafsu. hehe.

Ya gpp, entar ta cariin betina lagi.

Saturday, 19 July 2008

Umur iguana gw sudah 3 bulan

Saat ini iguana gw sudah berumur 3 bulan. Ini sih berdasarkan pengakuan penjual plus 1 bulan gw pelihara iguana. Jadi gw ambil kesimpulan umur bayi iguana gw 3 bulan sekarang.

Ada beberapa perkembangan yang saya lihat, mulai dari ukuran tubuh yang memanjang setengah centimeter. Juga warna iguana yang lebih cerah, seperti metalic. Walau sempat salah satu iguana gw diem terus, keliatannya sakit karena kedinginan. Namun saat ini sudah kembali normal karena 2 hari gw kasih bantuan lampu penghangat.

Cuaca yang dingin dan hujan membuat iguana-iguana gw jarang mendapat sinar matahari yang cukup. Sehingga nafsu makan mereka agak menurun. Namun setelah bantuan panas lampu di malam hari, iguana gw sudah normal kembali. Sempat was-was juga.

Gw perhatiin iguana gw sekarang lebih tenang, lebih mudah dipegang. Kadang gw kasih makan kangkung di tangan langsung ke iguana gw. Dan iguana gw mau memakannya. Ini gw sertakan gambar iguana gw yang terbaru. Baru foto tadi pagi pas kasih makan kangkung.

Tuesday, 10 June 2008

Iguana ganti kulit pertama


Iguana gw dah mulai ganti kulit yang pertama. Ganti kulit atau dalam istilah asingnya Shedding atau Molting biasa terjadi dalam bangsa reptil yang sehat. Berikut fakta yang gw dapet dari forum :
  • Reptil yang sehat akan berganti kulit secara rutin.
  • Ular dan Kadal dan Biawak mengalami masa ganti yang berbeda-beda sesuai jenis, ukuran, dan umur.
  • Reptile yang masih muda/hatchling/neonates akan lebih sering berganti kulit.
  • Karena di Indonesia suhu udara dan tingkat kelembaban tidak jauh berbeda dari musim ke musim biasanya reptil berganti kulit di musim hujan sedikit lebih lambat dari musim kering.

Iguana gw kl diperhatikan bagian kepalanya sudah mulai mengelupas, dan berganti dengan kulit berwarna hijau cerah. Sangat indah kalo dilihat dari deket. Awalnya kulit bagian kepala mengeras dan berwarna seperti lapisan lilin atau kuku. Kemudian sedikit demi sedikit mengelupas seperti ular.

Tingkah laku yang gw perhatikan, pada masa ganti kulit iguana malas berjemur. Iguana gw lebih suka diam di tempat yang teduh. Mungkin mereka butuh kelembaban, untuk itu gw juga rutin membasahi badan iguana gw menggunakan semprotan air pada siang hari.

O ya, sekali waktu iguana mesti dimandiin, cara mandiinnya cukup menggunakan kapas basah, kemudian gosokkan ke badan iguana. Pelan-pelan aja sampai kotoran di badannya lepas.

Thursday, 5 June 2008

Pengamanan buat Iguana - Hindari benda tajam

sebenernya gw sudah punya daftar prosedur pengamanan iguana, cuman belum sepenuhnya gw terapin. Diantaranya adalah aturan untuk menjauhkan benda tajam dari iguana. Nah terbukti kalo benda tajam bisa membahayakan iguana. Ekor salah satu bayi iguana gw ( si nona igun ) terputus sekitar sepertiganya. Itu dikarenakan ekornya terjepit bagian batu-batu karang yang sebenarnya cukup tajam untuk melukai iguana.


Seharusnya batu karang tidak boleh digunakan sebagai accesories kandangnya. Lebih baek menggunakan kayu-kayuan. Cuman karena belum ketemu kayu yang cocok buat diletakkan di kandang iguana, terpaksa gw pake batu karang bekas akurium ikan hias gw. Ternyata emang terbukti tidak aman untuk iguana.

Berikut gw sertakan beberapa prosedur pengamanan untuk Iguana :
  • Usahakan kandang tertutup dengan baek, sehingga iguana tidak melarikan diri. Tapi tetap perhatikan kebutuhan akan cahaya matahari langsung. Gw sudah ganti atapnya dengan jaring dari kawat.
  • Jauhkan benda tajam yang dapat melukai tubuhnya, contohnya batu-batu karang yang notabene permukaannya tidak rata dan cenderung tajam, dan benda tajam laennya.
  • Jika anda menggunakan pemanas, maka usahakan iguana tidak dapat mencapainya, jika tidak maka iguana dapat membakar dirinya, bunuh diri ni ye... karena menurut penelitian iguana menyukai panas, ini dikarenakan iguana adalah hewan berdarah dingin
  • Jangan menggunakan lapisan dasar yang mengandung racun
  • Jangan menggunakan pasir, karena dapat masuk ke saluran pernafasan
  • Jangan menggunakan karpet, karena karpet dapat merusak jari iguana dan menutup sirkulasi udara.



Ini gambar atap kandang gw yang baru. mudah-mudahan ke depannya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga misi gw buat mengembang-biakkan iguana berhasil dengan sukses.

Wednesday, 4 June 2008

Apa-apa aja yang ada di kandang gw

Untuk tahap awal gw, bayi-bayi iguana gw menempati kandang seluas 80x30x50cm. Gw pikir cukup untuk mereka berdua menjalankan aktifitas sehari-harinya.

Accessories yang saya letakkan dalam kandang iguana :

- Termometer : ini menurut gw penting untuk memantau suhu dalam kandang. suhu pada siang hari 85 derajat farenheit dan 75 derajat Farenheit untuk malam hari

- Air : sapa tau iguana pengen minum, hehehe. selain itu supaya daun kangkung tetap segar maka batangnya bisa dimasukan ke air (tips).

- Kayu-kayuan : penting karena iguana menyukai tempat tinggi. Selain kandang ditempatkan agak di atas tanah, tambahan kayu-kayuan dalam kandang dapat menambah perasaan tinggi bagi iguana. Jika ditempatkan di bawah tanah, maka iguana selalu akan berusaha mencari tempat yang tinggi. selain itu juga kayu-kayuan digunakan sebagai tempat berjemur oleh iguana. kaya bule aja pake berjemur. hihihi

- Alas : Jangan menggunakan pasir sebagai alas, karena bisa masuk kesaluran pernafasannya. Jangan menggunakan pemanas seperti karpet, batu panas, pemanas keramik radian. Cukup letakkan batu-batu kali atau tidak sama sekali.

- Penutup Atas : Penting jika kandang anda kurang cukup tinggi sehingga memungkinkan iguana melompat keluar kandang. Ingat kejadian gw kemarin. Sebenernya yang baik adalah atap yang bisa meneruskan cahaya matahari langsung. seperti jaring-jaring dari plastik. Sementara karena gw belum punya, maka gw gunakan lempengan plastik berlubang. Kadang gw buka sebagian, sehingga cahaya bisa masuk penuh.

Demikian cerita kehidupan dua bayi iguana di perantauan. Semoga sukses ya

Tuesday, 3 June 2008

Percobaan kedua iguana gw melarikan diri

Belum lewat sehari sudah mencoba melarikan diri. Sempat terekam kamera dan berhasil teridentifikasi sebagai iguana yang mencoba melarikan diri. Dengan bukti ini menegaskan kalo si bayi iguana sudah bosen di kandangnya, pengen keluyuran ke luar kandang.

Untung gw inget nutup atap kandangnya, jadi usaha si iguana untuk kabur terhambat oleh atap tersebut. kl dipikir-pikir loncatannya lumayan tinggi juga. Tinggi kandang gw sekitar 50cm, tapi ada pijakan sekitar 20 cm buat loncat.

Ke depannya gw mo ubah jenis atapnya, yang sekarang lubangnya sedikit. Sinar matahari langsung sedikit yang dapat di terima si iguana. Apakah anda sudah tau, kalo iguana suka berjemur. Yap, Iguana memerlukan calsium buat tulangnya dan juga buat menghangatkan tubuhnya. Maklum iguana merupakan hewan berdarah dingin, wuih sadis... hehe bukan itu yg gw maksud. Maksudnya iguana ga bisa mengatur suhu tubuhnya sendiri jadi butuh bantuan pemanas dari luar.

Suhu yang baek buat iguana adalah 70-80 derajat Farenheit, sekitar 25-30 derajat celcius.

Pengen belajar beternak Iguana

Barusan gw beli 2 ekor iguana hijau. Kata penjual sih sepasang, tapi gw masih ragu soalnya menurut info kelamin iguana baru bisa dilihat setelah 1 tahun dan lebih tepatnya saat masa kawin pertama ( sekitar 1,5 tahun ).

Tapi argumen si penjual tentang kelamin sih lumayan buat gw percaya dikit. Katanya ilmunya didapat dari orang Arab yang barusan borong bayi-bayi iguana nya. O ya Iguana gw masih bayi baru umur 2 bulan. Panjang svl nya 7,5 cm trus stl nya 30 cm. Bagi yang ga tau istilah svl ma stl gw jelasin singkat deh. SVL ( snout-vent length ) itu panjang dari ujung kepala ke batas awal ekor. Sedangkan STL ( snout-tail length ) itu panjang dari ujung kepala ke ujung ekor. Mudah kan, btw panjang ekor iguana biasanya 2,5-3 kali panjang SVL nya.

Sementara bayi-bayi iguana ini saya tempatkan di akuarium bekas ikan hias. Menurut aturan yang gw baca, luas akurium mesti cukup buat nampung 2 kali STL nya. Tapi mesti diingat juga, panjang iguana akan bertambah dua kali lipat tiap tahunnya. Jadi perencanaan kandangnya mesti dipikirin buat setahun sekali, lebih baik lagi kalo bisa direncanakan 1 tahun lebih.

Sementara gitu dulu deh perkenalan dari gw dan iguana gw. Harapan jangka pendek gw sih supaya ni iguana hidup dulu deh. Masalah mo ternakin gw pikirin belakangan yang penting ni bayi-bayi iguana sehat walafiat.

O ya gw kasih makan kangkung, bayam ma kecambah. berikut gw tempel foto-foto bayi iguana gw.